PANDANARUM, BANJARNEGARA – Guna mempercepat penyelarasan mutu pendidikan vokasi dengan dinamika kebutuhan pasar kerja nasional, SMK Negeri 1 Pandanarum sukses menyelenggarakan agenda penting In-House Training (IHT) Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang diintegrasikan langsung dengan Sinkronisasi Kurikulum bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kegiatan strategis untuk Tahun Ajaran 2026/2027 ini dilaksanakan secara tatap muka di Ruang Praktik Siswa (RPS) pada Selasa (19/05/2026).
Komitmen Sekolah Terhadap Kualitas Lulusan Berdaya Saing
Rangkaian sambutan dibuka oleh jajaran manajemen sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Pandanarum yang pada kesempatan ini diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Ramadhani Nur Hidayat, menyampaikan orasi akademiknya terkait arah kebijakan kurikulum sekolah yang adaptif.
"Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di tahun ajaran baru ini tidak boleh lagi hanya sekadar menjadi tumpukan dokumen administratif. KSP harus menjadi kompas hidup yang secara dinamis menyerap kebutuhan kompetensi riil dari dunia kerja. Hari ini, kami sengaja menghadirkan empat mitra industri strategis sekaligus untuk membedah, menajamkan, dan memastikan setiap materi ajar di kelas memiliki korelasi langsung dengan standar operasional di industri," tegas Bapak Ramadhani.
Dukungan Penuh Sinergi Komite Sekolah
Langkah progresif pihak sekolah mendapat respons positif dari unsur masyarakat dan wali murid. Ketua Komite SMK Negeri 1 Pandanarum, Bapak Ponijo, S.Pd.S.D., dalam sambutannya menyatakan kesiapan komite untuk terus mengawal kemitraan industri ini demi masa depan para lulusan.
"Orang tua menitipkan putra-putrinya di SMK Negeri 1 Pandanarum dengan harapan besar agar mereka cepat mandiri dan siap kerja. Kami sangat mengapresiasi terobosan sekolah yang secara konkret mendudukkan pihak industri dalam satu meja. Dengan kurikulum yang klop, penyerapan kerja lulusan pasti akan melonjak," ungkap Bapak Ponijo.
Pembinaan Pengawas: Harmonisasi Regulasi dan Kebutuhan Lapangan

Acara dilanjutkan dengan pembinaan formal serta arahan langsung dari Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX DISDIK Provinsi Jawa Tengah, Bapak Achmad Munarno, S.Pd., M.P. Beliau memberikan penekanan penting mengenai metodologi penyusunan KSP yang ideal dengan memenuhi tiga pilar penyelarasan utama:
Kontekstualisasi Regulasi: Mengadopsi kebijakan kurikulum nasional terbaru dengan adaptasi lokal sesuai potensi wilayah kerja Banjarnegara dan sekitarnya.
Integrasi Karakter Industri (Soft Skills): Menaruh perhatian khusus pada aspek kedisiplinan, etika profesi, serta kemampuan pemecahan masalah (problem solving) ke dalam silabus dan modul ajar.
Fleksibilitas Pembelajaran: Memberikan ruang inovasi bagi guru produktif untuk mengajar dengan perangkat teknologi yang setara dengan yang digunakan oleh mitra industri saat ini.
Pelaksanaan Sinkronisasi Kurikulum Bersama Empat Mitra Industri (DUDI)
Memasuki sesi inti, perwakilan dari empat pimpinan industri rekanan utama SMK Negeri 1 Pandanarum secara berurutan memaparkan materi sinkronisasi kurikulum yang dipandu secara interaktif bersama tim kurikulum:
Debantar Group (Narasumber: Bapak Suwarso selaku Direktur)
Memfokuskan penyelarasan pada kompetensi dasar teknologi, manajemen proyek, serta standar efisiensi kerja lapangan untuk mematangkan kesiapan teknisi muda.
Rita Pasaraya Wonosobo (Narasumber: Bapak M. Khasanuddin, S.Psi. dari Bagian Personalia)
Menitikberatkan pada sinkronisasi standar pelayanan prima (excellent service), manajemen ritel modern, psikologi konsumen, serta kualifikasi SDM yang dibutuhkan sektor bisnis retail.
AHASS 8683 (Sentral Motor) Kalibening (Narasumber: Bapak Agus Riyatno selaku PIC)
Melakukan pembaruan kurikulum teknik otomotif roda dua, khususnya penyelarasan SOP kerja bengkel resmi Astra serta penguatan materi teknologi injeksi mutakhir.
Workspace Digital Agency (Narasumber: Bapak Hamzah Fahmi selaku Direktur)
Mendorong pengembangan ekosistem digital kreatif sekolah melalui sinkronisasi kurikulum berbasis proyek riil (project-based learning), pengembangan web/IT, dan tren industri digital kreatif.
Formalisasi Kerja Sama Melalui Penandatanganan MoU

Sebagai bukti komitmen legal dan operasional yang berkelanjutan, agenda dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta Surat Pernyataan Sinkronisasi Kurikulum SMK Negeri 1 Pandanarum untuk Tahun Ajaran 2026/2027 oleh jajaran manajemen sekolah bersama seluruh pimpinan mitra DUDI yang hadir.
Sebelum acara ditutup, panitia membuka ruang diskusi dan tanya jawab antara dewan guru pengampu mata pelajaran produktif dengan perwakilan industri untuk merumuskan teknis pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa dan program magang bersertifikat bagi guru.